Dina menarik tanganku ke taman setelah pulang sekolah. Aku kepayahan mengikuti langkahnya yang tergesa-gesa.
"Aduh Ain,ada apa sih?"protesku sambil memasukkan buku-buku yang belum sempat aku rapikan ke dalam tas usai pelajaran matematika tadi.
"Pokoknya kamu harus nemenin aku sekarang!"ucapnya tegas.
"Lha mangnya ada apa?"
"Rapat kecil-kecilan tapi ini momen yang sangat luar biasa!!!"jawabnya bangga.
Aku mengerutkan dahi tanda bingung. Tapi aku tak banyak tanya takutnya temanku yang manis ini berubah jadi pahit karna aku banyak protes.
Ku daratkan tubuhku ke bangku taman yang letaknya tepat di bawah pohon.
Ah...segarnya . Semilir angin yang menerpa wajahku serta mempermainkan rambut sebahuku ini dapat memunculkan semangatku yang nyaris hilang karena pelajaran matematika yang membosankan itu.
Pertama kali melihat jadwal sekolah hari ini aku hampir saja kena serangan jantung (untungnya dalam keluargaku tidak ada riwayat mengidap penyakit mengerikan itu).
Bayangkan saja ada mata pelajaran matematika di akhir jadwal.
Kalian (para musuh bebuyutan mapel ini)bisa membayangkan bukan,bagaimana rasanya jika ada yang menuntut otak kalian bekerja keras dan kalian di tuntut kerja rodi semacam itu dalam keadaan yang sangat tidak mendukung alias puanaaaas minta ampun. Apa kalian sanggup? Jujur aku sama sekali nggak sanggup!
"Mau minum?"Dina menyodorkan sebotol kecil air mineral padaku.
Aku pun langsung menyambarnya. dina sampai melongo melihat tingkahku.
"Eh ngomong-ngomong yang kita tunggu tuh siapa sih?"tanyaku
"Udahlah,sabar aja. Paling juga gak lama lagi kok dia nonggol"
"Siapa sih?Gebetan baru kamu?"
Dina bukannya menjawab malahan tertawa terbahak-bahak,kini giliran aku yang mengerutkan dahiku sambil menegak lagi air mineral yang tinggal separuh itu.
"Bukan,sayang. tapi kalo di jadiin gebetan juga cocok juga sih coz orangnya ideal bunaget. idaman wanita dah"
"Jiah!!!Bahasamu dah kayak tante-tante aja,din. hm....ketularan siapa kamu?"
Dina hanya nyengir kuda kemudian asyik dengan komik terbarunya tanpa menjawab pertanyaanku.
Dan itu membuatku sangat penasaran.
15 menit...
30 menit...
1 jam....
1.5 jam...
2 jam...
"Haduuuh,mana orangnya sih din?"tanyaku mulai protes "Dah kering ni nungguinnya. Dikira gak ada kerjaan lain apa ya?!!!!"
"Sabar dunk say"kata Dina santai tanpa melepas pandangannya dari komiknya
"Sabar?!Kamu dah gila ya?Nunggu 2 jam masih aja di suruh sabar!!Emangnya siapa sih dia?Segitu pentingnya kah sampe-sampe kita harus rela-rela jamuran nunggu tukang ngaret itu"ujarku kesal dengan volume suara yang agak tinggi.
Dina tak juga beranjak dari komiknya dan itu menambah aku semakin kesal dan marah.
"Sekarang kasih tau aku,siapa yang sebenernya kita tunggu?!"tanyaku sambil menyambar komik dari tangan dina
"Aduh Belva,lagi seru nih"kata Dina berusaha mengambil bukunya dariku.
"Kasih tau dulu siapa yang kita tunggu trus dimana dia sekarang"
"Iya-iya...yang kita tunggu si Axelle dia mungkin lagi ada di kantor OSIS"jawab Dina tanpa banyak bicara lagi kau mngembalikan buku komiknya. kemudian aku segera melesat ke kantor OSIS yang tak jauh dari taman sekolah. Aku tak memperdulikan Dina yang masih saja asyik dengan komiknya.
Ya itulah salah satu perbedaan kami berdua, kami punya sifat yang jauh berbeda.
Dina cewek feminim,aku tdak.
Dina cewek penyabar,aku tidak.
Dina cewek yang lembut,aku tidak.
Dina cewek yang perasa,aku tidak.
Dina cewek yang agak rendah diri,aku tidak.
Dina cewek modis,aku tidak.
Hm...Yang sama antara aku dan dina itu....kami sama-sama suka berkhayal.
Oiya kembali ke Axelle.
Axelle adalah cowok yang termasuk populer di sekolah kami. Dia terkenal disiplin dan sangan cocok jadi pemimpin,dia juga bukan orang yang sombong,Pokoknya seperti kata dina tadi,Axelle adalah cowok idaman. Sayangnya yang paling aku benci dari dia adalah sifat cueknya yang terlalu berlebihan pada cewek.
Setiap dia berinteraksi dengan cewek, sangat terkesan bahwa Axelle sama sekali tak menganggap cewek Yang ada di hadapannya itu ada.
'tok,tok,tok'
Aku mengetuk daun pintu OSIS,tapi tak ada respon.
'tok,tok,tok'
Lagi-lagi tak mendapatkan respon.
'tok.tok,tok'
Kali ini aku mengetuk agak keras. Tapi tetap sama tak ada respon.
Aku memegang handle pintu berniat untuk membukanya.
Tapi...
'Klek'
Suara kunci pintu terbuka tapi dengan gerakan yang sangat cepat pintu itu terbuka...
'Duuuk!'
"Aw!!'pekikku
Aku terjatuh dengan kerasnya.
"Owh..Ada orang ya,Hm...kamu terlalu kecil jadi nggak keliatan deh"
Hah,apa dia bilang?!!!Sangat-sangat tidak sopan!!
"Iya sorry deh kingkong!"
Axelle berlalu begitu saja tanpa memperdulikan aku yang masih belum bangkit
dari jatuhku.
"Hei...tanggung jawab dunk!!"triakku.
Axelle menghentikan langkahnya.
"What?!!!Tanggung jawab?!Sejak kapan aku niduri kamu?! Nyentuh aja nggak"jawabnya sekenanya saja kemudian dia melanjutkan langkahnya lagi tanpa kata 'maaf' yang keluar dari mulutnya untukku.
"Sialan!!!Dasar kampret!!! Awas kamu ya,suatu saat bakal aku buat nyesel kamu"kataku sambil berdiri.
Aduh,pinggang dan jidatku sakit sekali....
Ah ini semua gara-gara cowok kampret itu!!!
to be continue ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar