narsis depan kampus

narsis depan kampus

Senin, 07 Maret 2011

A & B PART 4

"BELVAAAAAAA"
Belva membuka matanya perlahan.
Suara mama tercintanya itu membuyarkan mimpi indahnya barusan. Diliriknya jam dinding yang menempel manis di kamarnya itu.
Pukul 07.30
Belva kembali menarik selimut tebalnya dan memejamkan mata lagi.
Toh udara di luar masih dingin,mungkin karna semalam hujan deras.
'tok,tok,tok'
"Belvaaaa!!!"
"Astaga!!!!
Baru juga mau merem udah da yang ganggu lagi.
Perasaan ini hari minggu deh kenapa banyak bgt sih yang ganggu,pada gak punya kerjaan apa ya?"runtuknya dalam hati sambil bangkit dari ranjang untuk membuka pintu.
"Belva!!" Dina langsung memeluknya erat. Belva hanya diam saja.
"Kamu tau gak sih?"
"Gak"jawabnya singkat sambil melengkah menuju ranjang dan berniat untuk tidur lagi.
Tapi ternyata Dina lebih dulu merebut impian Bbelva, ia melompat dan tidur lerlentang,praktis sudah tak ada tempat untuknya. Belva menghela nafas panjang tanda kecewa.
"Kamu ngapain sih pagi2 gini dah gangguin orang?"omelnya sambil duduk di samping ranjang lalu meletakkan kepalanya di tepi ranjang.
"Aku mau ngajak kamu ke toko buku,semalem si Axelle ngasih tau kalo ada buku baru"
"Ntar ja ke toko bukunya ya,jam 3 gitu kek"
"Hah?!!Enak ja !! Aku gak mau lagi kehabisan buku itu,sayang. Katanya si Axelle sih buku itu bagus, semalam dia telpon aku buat critain isi buku itu. Aduuh aku jadi makin penasaran bgt,tau!! Eh ntar habis nyari buku kita mampir ke Matahari bentar ya aku pengen beli baju ma rok baru,ok?"kata Dina panjang lebar, tapi Belva tak menyahut.
"Bel??"panggil Dina. Sama saja Belva tetep terdiam.
Dina menengok temannya.
"Ya Allah, Belva!!!. kirain kamu diem gara-gara dengerin curhatanku eh gak taunya kamu malah khusyuk tidur,dasar!! bangun gak,kamu!!"Dina turun ranjang
"belvaaaaaa!!!!!!!"dina menggoyang-goyang tubuh belvahingga tubuh sahabatnya itu terguncang hebat. Belva membuka matanya perlahan.
"Apaan sih aku ngantuk bgt ni,Din?!"
Dina jadi geram melihat sohibnya yang satu ini. Akhirnya Dina menarik tangan Belva agar berdiri lalu mendorongnya masuk kamar mandi yang ada di sebelah kamar Belva.
Sampai di kamar mandi Dina menganmbil sedikit air dengan tangannya lalu memercikkan air itu pada wajah Belva, sontak Belva membuka matanya lebar-lebar merasakan air yang dingin itu di wajahnya.
"Hahahahha,rasain lu!"seru Dina kemudian kabur sebelum Belva menyerangnya.
"Dinaaaaaaaaa"triak Belva histeris.
Meski begitu Belva akhirnya pun terpaksa menayambar handuk yang ada di jemuran atas.
Tak lama kemudian Belva dan Dina sudah siap untuk pergi sesuai yang mereka rencanakan (tepatnya Dina yang merencanakan).

***
kedua gadis SMA itu berjalan menuju toko buku yang jaraknya agak jauh dari rumah Belva

2 komentar:

  1. like this . . .
    yg ini masih berlanjud gag?

    BalasHapus
  2. insya Allah masih mbak zia,hehehe tapi maaf lama soalnya writer-nya lagi sibuk kuliah,hehehehe

    BalasHapus